NawirFikri

Ayo Bersedekah! Dengan Bersedekah bisa Menolak Musibah

Ditulis Oleh life is te way pada Selasa, 09 Desember 2014



NawirFikri – Halo semua, kali ini saya akan berbagi tentang dengan Bersedekah bisa  menolak musibah.

Dari Ust. M. Junaidi Sahal.

Allah berfirman (yang artinya) : “Maka siapa yang suka memberi  dan bertakwa kepada (Tuhannya), serta membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), Kami sungguh akan memudahkan baginya jalan menuju kebahagiaan. Tetapi siapa yang bakhil dan puas dengan dirinya sendiri, serta mendustakan adanya pahala yang terbaik, kami akan memudahkan baginya jalan menuju kemalangan” (Al Lail 5 – 10).Allah berfirman (yang artinya) : “Maka siapa yang suka memberi  dan bertakwa kepada (Tuhannya), serta membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), Kami sungguh akan memudahkan baginya jalan menuju kebahagiaan. Tetapi siapa yang bakhil dan puas dengan dirinya sendiri, serta mendustakan adanya pahala yang terbaik, kami akan memudahkan baginya jalan menuju kemalangan” (Al Lail 5 – 10).

Imam Bukhori mengomentari ayat tersebut dengan meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda :”Setiap hari dua malaikat turun ke bumi, salah seorang dari mereka berkata,’Ya Allah, gantilah harta orang yang bersedekah di jalanMu (dengan rizki yang banyak).’. sedangkan yang satunya lagi berkata,’Ya Allah, binasakan harta orang yang menahan hartanya untuk disedekahkan.’”.

Ayat dan hadis tersebut memberikan gambaran tentang manusia yang dermawan dan manusia-manusia yang bakhil-manusia yang takut untuk membelanjakan hartanya dijalan Alloh.Dan nash-nash itu juga menggambarkan tentang islam sebagai agama unifersal yang disamping menekankan hubungan seorang hamba dengan Tuhannya juga menekankan pada hubungan dengan sesamanya untuk saling berbagi kesenangan dan kebahagiaan.Kewajiban untuk saling berbagi dengan sesama manusia tertuang dalam bentuk kewajiban berzakat atau ke-sunnahan bershodaqoh.Kewajiban tersebut sama pentingnya dengan kewajiban-kewajiban yang lain dalam islam,seperti kewajiban sholat.Dan begitu pentingnya hingga Abu Bakar berkata;”Demi Alloh! Aku akan memerangi mereka yang memisahkan (membeda-bedakan ) sholat dengan zakat…”

Meskipun demikian masih banyak manusia-manusia yang kaya secara ekonomi tapi enggan untuk mengeluarkan hartanya dijalan Alloh.Mereka sangat mencintai dunia hingga ketakutan berkurang hartanya bahkan mereka ketakutan meninggalkan hartanya karena kematian.

Mereka takut mati sehingga mereka tidak peduli pada penderitaan rakyat kecil yang kekurangan dan kelaparan.Inilah manusia-manusia yang terjangkit dengan wahn(penyakit cinta dunia dan takut mati).Mereka tidak tahu bahwa shodaqoh atau zakat akan membersihkan hartanya dari hal-hal yang mungkin mengotorinya ketika mendapatkannya sehingga hartanya semakin berkah dan juga membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan terhadap harta.

Dan mensucikan hatinya denga menumbuhkan sifat-sifat kebaikan sehingga hidupnya semakin tenang dan karenanya semakin semangat bekerja.Maha benar apa yang di firmankan Alloh SWT (artinya):”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka,dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…” (At-taubah 103).


Dan kalau diperhatikan secara cermat pada kondisi masyarakat yang kaya secara financial tapi tidak berjiwa sosial sehingga tidak mau bershodaqoh, disamping karena terjangkit wahn juga di sebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
Pertama, Tidak meyakini dalam dirinya bahwa milik Allah segala apa yang ada di langit dan di bumi.Dan mereka beranggapan bahwa hartanya adalah miliknya,yang dihasilkan semata-mata dari usaha kerasnya.Inilah jiwa manusia yang kapitalis dan oportunis yang meninggalkan Alloh dalam kehidupannya.Padahal kalau dipikir dengan landasan iman pasti akan sampai pada keyakinan bahwa apa yang dimiliki oleh manusia dibumi adalah sekedar titipanNya yang suatu saat akan ditarik kembali seluruhnya oleh Allah swt. Allah berfirman (yang artinya) :”Kepunyaan Allahlah yang ada di langit dan di bumi, dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan”(Ali Imran 109). Ketidak yakinan akan kepemilikan Allah tersebut tidak hanya menyebabkan seseorang untuk sulit bersedekah dengan sesamanya, bahkan mereka mengambil hak milik orang lain secara paksa, seperti korupsi atau perampokan terhadap rakyat kecil.

Kedua, Mereka selalu mengumpulkan harta untuk kepentingan pribadi dan menganggap harta tersebut abadi. Sebagaimana digambarkan oleh Allah swt dengan istilah “Jama’a wa lan wa ‘ad-da da, yahsabu anna-malahu akhladah”(Al Humazah 2-3). Mereka selalu berhitung untung dan ruginya ketika akan berinfaq, kalau ada kepentingan politis dan popularitas maka ia akan berinfaq, tapi jika tidak ada keuntungan untuk dirinya yang bersifat duniawi tersebut maka mereka akan menahan hartanya, tidak tahukah mereka bahwa rasulNya pernah bersabda :”Janganlah kau tahan uangmu( dengan menghitung untung atau rugi) dan menyimpannya (karena takut uang itu habis dibelanjakan dijalan Allah) karena Allah akan menahan anugerahNya darimu” (Bukhori)

Ketiga, Mereka tidak memahami manfaat shodaqoh, Karena yang ada dalam pikiran mereka uang / hartanya akan berkurang jika dipotong dengan shodaqoh kepada orang-orang yang membutuhkan. Padahal rasulullah saw bersabda :”Siapapun yang dibuat kaya raya oleh Allah swt dan tidak membayarkan zakat kekayaannya, maka pada hari kiamat, kekayaannya akan diubah menjadi ular beracun dengan dua tanda hitam diatas matanya. Ular itu akan melilit lehernya dan berkata,’Akulah kekayaanmu,akulah hartamu’,kemudian nabi saw membacakan ayat (artinya):”Dan janganlah orang yang bakhil dengan apa yang diberikan Allah kepadanya dari karuniaNya mengira (kebaikan) itu lebih baik baginya. Segala yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan dilehernya kelak pada hari kiamat…”Ali Imran 180” (Bukhori). Seandainya mereka mengerti betapa besar manfaat bershodaqoh , sehingga ada sebuah ungkapan yang berbunyi,”As shodaqota tadfa’u al bala’”, Shodaqoh menolak bala’ (bahaya/musibah),pastilah mereka akan mendermakan hartanya dan tidak takut miskin karenanya.
Wallohu A’lam.


Semoga bermanfaat..

0 komentar:

Posting Komentar