NawirFikri

Allah adalah Al-Ghoffar dan At-Tawwab

Ditulis Oleh life is te way pada Selasa, 09 Desember 2014



NawirFikri – Halo semua, kali ini saya akan berbagi tentang apa sih maksud dan Arti dari Nama Allah yang terdapat nama Al Ghoffar dan juga At Tawwab. Langsung saja ya..


Mengapa dari sekian nama-nama Allah ada Al Ghoffar dan juga At Tawwab. Al Ghoffar yang berarti Maha Pengampun dan At Tawwab yang berarti Maha Penerima Taubat. 

Dalam bahasa, Al Ghoffar dari kata Gho-fa-ra yang berarti sa-ta-ra yang bermakna menutup. Al Ghoffar adalah zat yang maha menutup, yaitu menutup kesalahan-kesalahan hambaNya. Untuk itulah seorang hamba  harus beristighfar maksudnya memohon pada Allah agar segala dosa dan kesalahannya ditutup oleh Allah swt, sehingga menjadi sulit kembali pada kesalahan tersebut dan sekaligus kebanyakan manusia tidak akan mengikuti jejaknya yang salah karena telah ditutup rapat-rapat oleh Allah swt.

Pada dasarnya ketika seseorang melakukan sebuah kesalahan, ia telah membuka peluang untuk orang lain melakukan kesalahan yang sama. Disinilah makna istighfar, memohon pada Allah untuk menutup kesalahan tersebut agar tidak ada peluang bagi orang lain untuk melakukannya.

Sedangkan At Tawwab berasal dari akar kata ta-a-ba yang berarti ra-ja-‘a, kembali atau pulang, jadi at tawwab bermakna zat yang maha menerima kembali atau pulangnya hamba-hambaNya dari perbuatan dosa dan kesalahan.

Namun Allah mau menerima kepulangan hamba-hambaNya dari kesalahan yang dilakukan dengan syatar hamba-hambaNya memohon terlebih dahulu padaNya agar kesalahan tersebut ditutup rapat-rapat. Untuk itulah kenapa kita selalu berdzikir dengan urutan Astaghfitullah wa atubu ilaihi, kita memohon pada Allah agar dosa kita ditutup dan berharap Allah berkenan menerima kita pada sisiNya.

Dari sini kemudian ulama memberikan persyaratan agar istighfar dan taubat kita diterima oleh Allah harus melakukan hal-hal sebagai berikut :

Pertama, istighfar dan taubat tersebut harus dilakukan dengan sepenuh hati atau ikhlas karena Allah semata. Dalam kenyataan banyak manusia yang beristighfar dan bertaubat pada Allah hanya semata-mata dunia atau kekuasaan . Sekarang ini banyak  yang kembali untuk ingat pada Allah dengan datang ke pengajian-pengajian atau ke ulama terkenal hanya sekedar mencari popularitas dengan kekuasaan. Maka istighfar dan taubat model tersebut tidak akan bisa sampai pada ‘Arsy Allah.

Kedua, melepaskan diri  dari kemaksiatan yang dilakukan. Artinya seseorang yang sudah bertaubat pada Allah harus benar-benar meninggalkan kemaksiatan dan hal-hal yang berhubungan dengan kemaksiatan tersebut,misalnya berzina, maka ia harus meninggalkan tidak hanya perzinahannya saja, tetapi sekaligus tempat-tempat yang kondusif mengarahkan kembali pelaku untuk mengulanginya.

Ketiga, menyesal sampai meneteskan air mata suci dari matanya.

Keempat,berkeyakinan untuk tidak mengulang perbuatan terlarang lagi.

Ketika seorang hamba melaksanakan hal-hal tersebut diatas dan ketika bibirnya bergetar seraya berucap Astaghfirullah wa atubu ilaihi, maka hamba tersebut akan benar-benar diterima dan disambut dengan cinta kasih oleh Zat al ghoffar dan at tawwab.

Sedikit cerita tentang riwayat yang berkaitan dengan hal-hal diatas :

Pada suatu hari Umar ibnu Khattab menangis dihadapan Rasulullah SAW, maka rasul bertanya padanya :”Wahai Umar, apa yang menyebabkan engkau menangis ?” Umar menjawab : “Tangisan seorang pemuda yang menyayat hatilah menyebabkan aku menangis, ya rasulullah”. “Hadapkan padaku anak muda itu !” perintah rasulullah. Dan ketika anak muda itu sudah dihadapan rasulullah, beliau bertanya padanya “Apa yang menyebabkan kamu menangis seperti itu ?” pemuda itu menjawab “ Ya rasulullah, aku telah melakukan dosa yang amat besar dihadapan Allah, itulah mengapa aku menangis”. Rasulullah berkata “Apakah bumi Allah ini lebih besar dari dosamu ?” Ia berkata :”Dosaku masih lebih besar dari itu “. Rasulullah berkata :” Apakah ‘arsy Allah tidak lebih besar dari dosa-dosamu ?” Ia berkata :” Dosaku masih lebih dari itu “. Rasulullah bertanya kembali “Apakah dosamu lebih besar dari kasih sayang Allah ?” Anak muda itu menjawab :” Saya berharap kasih sayang Allah lebih besar dari dosaku “. Rasulullah bertanya :”Apa sebenarnya dosamu itu ?” Maka anak muda itu berkata :” Ya rasulullah. Aku adalah penggali kuburan, pada suatu hari aku menggali kuburan yang masih baru dan ternyata itu kuburan seorang gadis. Ketika aku buka kain kafannya masih nampak kecantikan gadis tersebut, aku jadi bergairah sehingga menyetubuhinya,dan ketika selesai dengan hajatku itu dan hendak aku tinggalkan tiba-tiba terdengar dari mulut gadis tersebut suara “kenapa engkau meninggalkan aku dalam kondisi masih junub dan tidak suci menghadap Allah ?”.Mendengar cerita anak muda tersebut rasulullah marah seraya berkata “Pergilah kamu dari hadapanku ! tidak pantas bagimu kecuali api neraka !” .Mendengar hardikan rasulullah tersebut dengan gontai dan lemas ia pergi. Ia berjalan terus tanpa tujuan, hatinya begitu hancur, airmata tidak hentinya bercucuran. Kemudian ia bersujud dipasir seraya berkata “Ya Allah, kalau Engkau memang tidak menerima penyesalan dan tau batku, maka belahlah langitMu, keluarkan apiMu dan bakarlah diriku sekarang juga”. Allah mendengar rintihannya maka Allah mengutus Jibril untuk menyampaikan pesan pada rasulullah bahwa anak muda itu telah diampuni dosanya. Ketika anak muda yang sudah bertaubat tersebut sholat Maghrib berjamaah dengan rasulullah dan rasulullah membaca surat At Takatsur hingga sampai ayat hattazurtumul maqobir, maka anak muda tersebut menjerit histeris hingga ajal menjemputnya.

Cerita yang panjang ini memberikan hikmah pada kita, bahwa sebesar apapun dosa yang kita lakukan jika benar-benar beristighfar dan bertaubat dengan syarat-syarat diatas, insyaAllah, Allah akan memberikan ampunan dan maafNya. Karena Allah memiliki nama-nama yang indah diantaranya, al ghoffar dan at tawwab.

Wallahu ‘alam

Semoga bermanfaat.



0 komentar:

Posting Komentar